Skip to main content

Miris..!! Hubungan intim antara ibu dan anak kandung



KEJADIAN SANGAT MIRIS OLEH IBU DAN ANAK...!? 

Hubungan intim sedarah antara ibu dan putra kandung terbongkar di Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan. Kasus inses ini pun menghebohkan wargasetempat. 
Kepada polisi IA (40), mengaku sudah tiga kali berhubungan intim dengan anaknya sendiri EP (19). IA berhubungan intim dengan putra kandungnya saat dipengaruhi oleh narkoba yang mereka konsumsi sebelumnya. 
Tragedi ibu dan anak berhubungan suami istri ini dan mengaku terpengaruh bisikan setan. Kasus inses terjadi saat polisi melakukan penggerebekan narkoba di rumah ibu dan anak tersebut. Diketahui, EP saat itu diduga terpengaruh narkoba, langsung menuruti ajakan ibunya untuk berhubungan intim.

Namun, perbuatan keduanya terbongkar saat polisi mengerebek kediaman mereka terkait kasus narkoba, Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 03.35 WIB.

Tonton juga vidio asyik ini klik link dibawah 




Kedua pasangan muda-mudi yang diduga berbuat mesuk di salah satu masjid di Pamekasan saat dibawa ke Kantor Polsek Pakong, Rabu (17/7/2019).

Dari penggerebekan di rumah pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu seberat 8,22 gram dan satu butir ekstasi.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya pun dibawa ke kantor polisi.

Kepada polisi, IA nekat jual narkoba bersama anaknya EP, untuk biaya anaknya yang bersekolah di Palembang.
IA (40), ibu ajak anak kandung berhubungan suami istri, EP (19), adalah warga Kecamatan Lubai Ulu, Kabupatekn Muaraenim, Sumatera Selatan.hjjuni

Untuk berhubungan intim dengan anaknya, IA mengaku sudah tiga kali mengajak anaknya melakukan hubungan terlarang tersebut.
IA pun khilaf dan menyesal.
Berikut fakta inses IA dan EP yang Kompas.com ( grup Tribunmedan.com) rangkum:
Pasangan bukan suami istri yang dipergoki petugas Polres Padangsidimpuan saat berada di dalam kamar salah satu hotel, Sabtu (15/12/2018) malam.


1. Awalnya digerebek kasus narkoba

Penangkapan terhadap ibu dan anak ini bermula dari adanya informasi dari masyarakat yang resah di rumah tersangka kerap terjadi transaksi jual beli narkotika.
Pasalnya, ibu dan anak ini sudah masuk target operasi Polres Muaraenim.

Maria vania berbagi trik montok nya simak vidio 

Mendapati informasi itu polisi langsung melakukan penyelidikan dan melakukan pengerebekan di kediaman pelaku, Selasa (17/3/2020) sekitar pukul 03.35 WIB.
Namun, saat digerebek, keduanya kedapatan hendak melakukan hubungan intim.
Dari keduanya polisi mengamankan barang bukti berupa tiga paket sabu seberat 8,22 gram dan satu butir ekstasi di rumahnya.
Kapolres Muaraenim, AKBP Donni Eka Saputra membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Tersangka dan barang bukti sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut," katanya.


2. Akan melakukan hubungan intim

Donni mengatakan, pengakuan kedua tersangka selalu berubah tentang hubungan terlarang itu.
Namun yang pasti, menurut Donni bahwa mereka mengakui akan melakukan huhungan intim.
Sebab pada saat digrebek, keduanya tengah bersiap akan melakukan hubungan intim tersebut.
Perbuatan mereka terbongkar, saat polisi menggerebek atas kasus narkoba.



3. IA mengaku ajak anaknya berhubungan intim

Dihadapan petugas, IA mengaku khilaf mengajak anak kandungnya berhubungan intim.
"Yang ngajak untuk berhubungan intim itu saya. Saya tidak tahu sebabnya mungkin pengaruh setan," kata ibu dua anak ini didepan penyidik Satres Narkoba Polres Muaraenim, Selasa (17/3/2020).
IA mengaku, ketika mengajak anaknya untuk berhubungan badan hanya spontan saja, dan itu belum dilakukan baru akan dan keburu digrebek polisi.

4. Sudah tiga kali melakukan hubungan intim dengan anak

Kepada polisi, tersangka IA mengaku sudah tiga kali melakukan hubungan suami istri dengan anak kandungnya tersebut.
IA mengaku, ketika mengajak anaknya untuk berhubungan badan hanya spontan saja, dan itu belum dilakukan baru akan dan keburu digrebek polisi.
Dia nekat mengajak anaknya berhubungan intim, karena sudah satu tahun pisah ranjang dengan suaminya yang pergi bekerja di Bengkulu Utara.
Selama ditinggal suaminya, ia pun bekerja serabutan untuk menghidupi kedua anaknya.

5. Ditangkap karena jual narkoba

IA mengaku, selama ditinggal suaminya, ia bekerja serabutan untuk menghidupi kedua anaknya.
Selain itu, dia juga mengedarkan narkoba bersama anaknya EP yang baru lima bulan.
Diakuinya, dia terpaksa mengedarkan narkoba karena untuk membiayai anaknya bungsu yang saat ini bersekolah di Palembang.
"Sekolah anak saya itu, butuh Rp 1,5 sampai Rp 2 juta sebulan, sebab ia tinggal di asrama," ujarnya.

6. Terpengaruh narkoba

Sementara itu, EP mengaku menurut saja ketika diajak ibunya untuk melakukan hubungan intim tersebut.
Pasalnya, saat kejadian, dirinya setengah tidak sadar karena habis mengonsumsi narkoba.
"Saya tidak tahu, saya sudah setengah sadar, tahu- tahu digrebek Polisi," katanya. (Kompas.com/TribunSumsel.com/Sripoku.com)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Ibu Bujuk Anak Lakukan Hubungan tak Pantas: 3 Kali Mulus, Sisanya Terciduk Polisi

Comments

Popular posts from this blog

FOSSIL DISCOVERY ANTIQUITIES

OVERVIEW OF   EARLY   LIFE ON   THIS   PLANE T Team of   paleontologists   says   tiny creatures   like   the   soft   spongeliving   at least   550   million   years   ago ,   nearly   10   million   years earlierthan   such a   life form   that   supposedly   never existed . American scientists   from the   University of   California   Riverside   said the   soft-bodied   organisms   evolutionary   transition   into   a reinforced - bones,   marks a   major   innovation   for the animal . Fossil   bones , discovered   in   South   Australia ,   including   type ofancient   dwellers   on the sea floor   known   as   Coronacollina   acula .   The Latin   name   means   " little   hill   framed ...

Ancient Mataram Kingdom

There is already a good civilization in the 8th century the island of Java Old Mataram Kingdom Ancient Mataram Kingdom (8th century) is a Hindu kingdom in Java (Central Java and East Java). Based on the records contained in prasassti found, originated the Ancient Mataram Kingdom since King Sanjaya who holds the Queen Sanjaya Rakai Mataram. He ruled Ancient Mataram Kingdom to 732M. Ancient Mataram kingdom thought to have stood since the beginning of the 8th century. At its inception, this work is centered in Central Java. However, in the 10th century the center of Old Mataram Kingdom moved to East Java. Ancient Mataram Kingdom has two berbedaa religious background, namely Hinduism and Buddhism. Sacred relics of the two buildings is the Temple, among others Geding Songo, Dieng temple complex, and complex Prambanan Hindu background. The background of Buddhism, among others, is Kalasan, Candi Borobudur, Mendut, Sewu, and Plaosan. Mataram kingdom in Centra...